top of page

Dorong Literasi Obat Rumah Tangga, Argon Peduli Gandeng Sekolah Farmasi ITB Edukasi Kader Posyandu

  • 18 Feb
  • 2 menit membaca

Literasi masyarakat Indonesia terkait obat masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2023, hanya 16,3 persen masyarakat yang mengetahui penggolongan obat yang dibeli.


Proporsi masyarakat yang memahami ciri-ciri obat rusak juga baru mencapai 32,1 persen. Bahkan, 86 persen masyarakat langsung membuang obat yang rusak atau kedaluwarsa tanpa memisahkan dari kemasan, menghancurkannya terlebih dahulu, atau menitipkannya ke apotek.


Rendahnya pemahaman tersebut berkaitan dengan penyimpanan obat di rumah tangga yang belum tepat. Tercatat, hanya 23 persen responden yang pernah memperoleh informasi mengenai cara penyimpanan obat dari apotek atau tenaga kesehatan. Padahal, penyimpanan yang tidak sesuai dapat menurunkan stabilitas zat aktif dan memengaruhi efektivitas terapi.


Menjawab persoalan tersebut, PT Medela Potentia Tbk melalui Argon Peduli bekerja sama dengan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung dan Dharma Dexa, menyelenggarakan kegiatan “Bincang Santai Bersama Kader Posyandu SIGAP” yang digelar pada Kamis, 12 Februari 2026, di Kota Bandung.



Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Bandung PT Anugrah Argon Medica (AAM), Bapak Bogi Purnomo; Manager Dharma Dexa, Bapak Mateus Ramidi; serta relawan Argon Peduli. Sebanyak 25 perwakilan kader dari Posyandu SIGAP (Sinergi Gerakan Argon Peduli) yaitu Posyandu Melati 1 hingga 10.


Tiga akademisi dari Sekolah Farmasi ITB, yakni Dr. apt. Cindra Tri Yuniar; apt. Bhekti Pratiwi, M.Si.; dan apt. Silma Aulia Rahmah, M.S.Farm., menyampaikan materi yang tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) serta ABSO (Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar) sebagai pendekatan komprehensif dalam pengelolaan obat rumah tangga.


Apt. Bhekti Pratiwi, M.Si., menjelaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan. “Melalui kader, informasi mengenai penggunaan dan penyimpanan obat yang benar dapat disebarluaskan kepada masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, sehingga pemahaman tentang obat semakin meningkat,” ujarnya.



Ketua Posyandu Melati 6, Ibu Iyus Sumiati mengatakan bahwa melalui kegiatan Argon Peduli ini, para kader Posyandu menjadi lebih memahami cara penggunaan dan penyimpanan obat yang baik. “Sebelumnya kami belum mengetahui secara detail. Informasi ini akan kami teruskan kepada masyarakat,” tuturnya.


Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk Bapak Krestijanto Pandji, menyampaikan bahwa penguatan literasi obat merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong dampak sosial berkelanjutan.


“Melalui program SIGAP, kami ingin memastikan kader Posyandu memiliki kapasitas yang kuat sebagai agen edukasi di tingkat keluarga. Ketika pemahaman tentang obat meningkat, risiko kesalahan penggunaan dan dampak lingkungan akibat limbah farmasi dapat ditekan secara signifikan. Kolaborasi dengan Sekolah Farmasi ITB menjadi langkah strategis untuk menghadirkan edukasi berbasis keilmuan yang relevan dan aplikatif,” uja Bapak Krestijanto.

 
 
bottom of page