Kepemimpinan di Era VUCA, Dirut MDLA Raih Best CEO with Distinction 2025
- 5 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Di tengah dinamika bisnis yang semakin kompleks dan kondisi global penuh VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) seorang Chief Executive Officer (CEO) dituntut memiliki kemampuan yang melampaui sekadar merumuskan strategi. CEO dituntut untuk menerapkan Agile Leadership untuk mampu membaca perubahan industri, memahami risiko yang berkembang, serta menangkap peluang pertumbuhan secara presisi. Ketajaman dalam membangun visi yang relevan dan berjangka panjang menjadi fondasi agar organisasi memiliki arah yang jelas serta mampu bergerak secara terintegrasi.
Namun visi yang kuat tidak akan memberikan dampak tanpa eksekusi yang disiplin. Oleh karena itu, kemampuan utama seorang CEO terletak pada konsistensi menerjemahkan strategi menjadi rencana kerja yang konkret, terukur, dan dapat dijalankan di seluruh lini organisasi. Penyelarasan antara strategi, struktur, proses bisnis, serta budaya kerja menjadi faktor kunci agar setiap inisiatif perusahaan menghasilkan kinerja yang nyata dan berkelanjutan.
Kemampuan inilah yang dinilai secara komprehensif dalam ajang Indonesia Best CEO Award 2025 yang diselenggarakan oleh SWA Media Group dan Dunamis Organizations Services. Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk Bapak Krestijanto Pandji meraih penghargaan Best CEO with Distinction sebuah predikat tertinggi yang diberikan kepada pemimpin perusahaan dengan kualitas kepemimpinan unggul.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Chairman SWA Media Group, Bapak Kemal Gani kepada Bapak Krestijanto Pandji pada Kamis, 26 Februari 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta.
“Ditengah global uncertainty kita perlu memiliki Chief Executive Officer yang mampu menghadapi ini dengan sebaik-baiknya,” kata Bapak Kemal.

Turut hadir menerima penghargaan direksi dan manajemen PT Medela Potentia Tbk yaitu Human Resources Director Ibu Nancy Kartika; Investor Relations Director Bapak Harris Lesmana; serta Corporate Secretary Manager Ibu Priscilla Jane Halim.
Indonesia Best CEO Award dilakukan melalui proses seleksi dan survei independen yang melibatkan karyawan pada tiga hingga empat layer di bawah CEO. Metode ini bertujuan menangkap persepsi autentik dari internal organisasi terhadap efektivitas kepemimpinan yang dirasakan secara langsung dalam operasional sehari-hari.
Penilaian mengacu pada empat aspek utama kepemimpinan, yakni Inspire Trust, Create Vision, Execute Strategy, dan Coach Potential. Dalam survei tersebut, Bapak Krestijanto mencatatkan skor Inspire Trust sebesar 97,27; Create Vision 96,85; Execute Strategy 95,47; dan Coach Potential 94,66 dengan Best CEO Index 96,06.
“Selain survei kepada karyawan tadi kami juga melihat kinerja perusahaan bapak/ibu. Jadi apakah perusahaan bapak/ibu kinerjanya menunjukkan tren pertumbuhan yang memang solid,” tambah Bapak Kemal.
Bapak Krestijanto Pandji menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh SWA Media Group. Ia mengatakan seorang CEO dalam sebuah perusahaan bukanlah seorang Superman namun harus menjadi konduktor. Dalam filosofi kepemimpinannya Bapak Krestijanto Pandji mengibaratkan perusahaan merupakan sebuah orkestra yang terdiri dari berbagai macam pemain musik.
“Seorang CEO bukanlah Superman yang bisa mengerjakan segala hal. Seperti seorang konduktor, saya harus memastikan setiap fungsi bekerja dalam tempo yang sama, dengan ritme yang tepat dan tujuan yang selaras. Di situlah eksekusi menjadi kunci agar strategi tidak hanya terdengar indah di atas kertas, tetapi benar-benar menghasilkan performa terbaik dan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Bapak Krestijanto.
Penghargaan ini menjadi refleksi atas kualitas kepemimpinan yang tidak hanya visioner, tetapi juga eksekutif mampu memastikan bahwa setiap strategi berjalan efektif dan memberikan dampak nyata. Ke depan, PT Medela Potentia Tbk berkomitmen untuk terus memperkuat praktik kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada eksekusi, sejalan dengan aspirasi perusahaan untuk menjadi organisasi yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi di industri kesehatan nasional maupun regional.
