top of page

Kerjasama BBPOM Yogyakarta dan PT AAM Perkuat Kapasitas Apoteker dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba

  • 25 Mei
  • 2 menit membaca

Pengendalian penggunaan antimikroba dan pengelolaan obat di apotek menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pasien serta mencegah risiko resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR).


Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas tenaga kefarmasian, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta berkerjasama dengan PT Anugrah Argon Medica (AAM) dalam penyelenggaraan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Apoteker Penanggung Jawab Apotek dengan tema ā€œPengendalian Antimikroba dan Pengelolaan Obat di Apotekā€ pada Selasa, 12 Mei 2026.


Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BBPOM di Yogyakarta Ibu Ani Fatimah Isfarjanti, S.Si., Apt., M.H. bersama jajaran staf.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Regional Operations Manager PT Anugrah Argon Medica, Bapak Awy Tedja; Kepala Cabang AAM Yogyakarta, Bapak Yusmar Abdillah; serta 53 Apoteker Penanggung Jawab dari berbagai apotek di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.



Dalam sambutannya, Kepala BBPOM di Yogyakarta, Ibu Ani Fatimah Isfarjanti menyampaikan apresiasi atas inisiatif AAM dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa apotek memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam penyaluran obat kepada masyarakat, sehingga diperlukan pemahaman yang komprehensif terkait pengelolaan obat dan penggunaan antimikroba yang bertanggung jawab.


ā€œKegiatan ini menjadi langkah penting dalam memberikan panduan dan edukasi kepada apotek sebagai sarana pelayanan kefarmasian guna memastikan penggunaan obat yang tepat, aman, dan bertanggung jawab di masyarakat,ā€ ujarnya.



Sejalan dengan hal tersebut, Regional Operations Manager PT Anugrah Argon Medica, Bapak Awy Tedja menyampaikan, ā€œKerjasama dengan BBPOM Yogyakarta menjadi bagian dari komitmen AAM dalam menghadirkan edukasi berkelanjutan bagi tenaga kefarmasian. Kami percaya penguatan kapasitas apoteker memiliki peran penting dalam mendukung penggunaan obat yang tepat, aman, dan bertanggung jawab di masyarakatā€.


Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan penguatan pemahaman terkait pengelolaan obat di apotek sesuai ketentuan yang berlaku, serta pentingnya pengendalian penggunaan antimikroba guna mencegah terjadinya resistensi yang menjadi tantangan kesehatan global.


Kegiatan di Yogyakarta ini menjadi bagian dari rangkaian kerjasama edukasi AAM bersama BPOM di berbagai kota di Indonesia dalam memperkuat kapasitas tenaga kefarmasian, mendukung penggunaan obat yang rasional, serta meningkatkan awareness terhadap resistensi antimikroba.



Ā 
Ā 
bottom of page