Mayoritas Apotek Puas, GPOS Bergerak Cepat Ubah Masukan Menjadi Inovasi
- 8 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Di tengah percepatan transformasi digital di industri farmasi, kebutuhan apotek akan solusi digital yang andal, praktis, dan terus berkembang semakin penting. Menjawab kebutuhan tersebut, GPOS secara konsisten memastikan setiap pengembangan platform berangkat dari pengalaman nyata para pengguna melalui Survei Kepuasan Pengguna Semester I 2026 yang melibatkan pengguna GPOS Lite dan relasi GPOS B2B dari berbagai wilayah di Indonesia.
Survei ini menjadi bagian dari komitmen GPOS untuk terus menghadirkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan operasional apotek sekaligus meningkatkan kualitas layanan berdasarkan masukan dari para pengguna.
Menurut Bapak Henry Setiawan Ongkojoyo, Head of Digital Business & Channel Development GPOS, survei kepuasan pelanggan merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulan untuk memastikan pengembangan produk selalu selaras dengan kebutuhan pengguna di lapangan.
“Survei ini kami jalankan secara rutin setiap bulan untuk mendengarkan masukan dari relasi. Feedback yang diberikan menjadi fondasi utama bagi kami dalam terus meningkatkan mutu serta layanan, baik pada aplikasi GPOS B2B maupun GPOS Lite,” ujar Bapak Henry.
Hasil Survei Kepuasan Pengguna Semester I 2026 menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kedua platform. Pada GPOS Lite, tingkat kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Score/CSAT) mencapai 3,37 dari skala 4, sementara Net Promoter Score (NPS) berada pada angka 7,53 dari skala 10. Sementara itu, GPOS B2B mencatat hasil yang lebih tinggi dengan CSAT sebesar 3,45 dan NPS sebesar 7,80.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pengguna menilai GPOS Lite mampu mendukung aktivitas operasional apotek sehari-hari, sementara GPOS B2B dinilai memberikan proses pengadaan obat yang lebih praktis dan transparan, serta membantu menyederhanakan proses pembelian dari distributor resmi.
Masukan Pengguna Menjadi Prioritas Pengembangan
Selain mengukur tingkat kepuasan, survei juga memberikan berbagai insight mengenai area yang masih dapat ditingkatkan. Pada GPOS Lite, masukan pengguna berfokus pada peningkatan stabilitas aplikasi dan pengalaman penggunaan. Sementara pada GPOS B2B, pengguna mengharapkan penyempurnaan sinkronisasi harga dan diskon, peningkatan ketersediaan stok produk fast-moving, serta kemudahan proses administrasi digital seperti pengunduhan e-Invoice dan aktivasi Surat Pesanan (SP) digital.
Seluruh masukan tersebut dianalisis sebagai dasar penentuan prioritas pengembangan, sehingga setiap pembaruan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan operasional apotek.
Roadmap Pengembangan Terus Diperkuat
Sebagai tindak lanjut dari hasil survei, GPOS telah menyiapkan roadmap pengembangan sepanjang 2026 untuk meningkatkan pengalaman pengguna pada kedua platform.
Pada GPOS Lite, pengembangan difokuskan pada peningkatan stabilitas aplikasi, penyelesaian bug printer pada perangkat iOS, peningkatan kualitas layanan Customer Support (GPOS Care), integrasi WhatsApp untuk pengiriman struk digital dan pengingat pasien, hingga penyempurnaan modul akuntansi.
Sementara itu, GPOS B2B akan memperkuat sinkronisasi diskon secara real-time dengan distributor, meningkatkan stabilitas sistem checkout, menyempurnakan master data dan katalog produk, serta memperluas edukasi pemanfaatan ekosistem GPOS kepada mitra apotek di berbagai daerah.
Terus Berinovasi Bersama Apotek Indonesia
Bagi GPOS, survei kepuasan bukan sekadar indikator performa layanan, melainkan bagian dari proses membangun platform yang terus berkembang bersama kebutuhan apotek. Dengan mendengarkan pengalaman pengguna secara langsung dan menerjemahkannya ke dalam pengembangan produk, GPOS berkomitmen untuk menghadirkan solusi digital yang semakin relevan dan efisien serta memberikan nilai tambah bagi operasional apotek di seluruh Indonesia.
GPOS juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh apotek yang telah berpartisipasi dalam Survei Kepuasan Pengguna Semester I 2026. Setiap masukan yang diberikan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital farmasi yang semakin stabil, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang.
